Sabtu, 28 Agustus 2010

Tugas Alpro Tentang Dampak Positif dan Negatif dari Pemrograman

Bissmillahirohhmanirrohim. Assalammualaikum wr. wb.

Pemrograman adalah proses menulis, menguji dan memperbaiki (debug), dan memelihara kode yang membangun sebuah program komputer. Kode ini ditulis dalam berbagai bahasa pemrograman. Tujuan dari pemrograman adalah untuk memuat suatu program yang dapat melakukan suatu perhitungan atau 'pekerjaan' sesuai dengan keinginan si pemrogram. Untuk dapat melakukan pemrograman, diperlukan keterampilan dalam algoritma, logika, bahasa pemrograman, dan di banyak kasus, pengetahuan-pengetahuan lain seperti matematika.
Pemrograman adalah sebuah seni dalam menggunakan satu atau lebih algoritma yang saling berhubungan dengan menggunakan sebuah bahasa pemrograman tertentu sehingga menjadi sebuah program komputer. Bahasa pemrograman yang berbeda mendukung gaya pemrograman yang berbeda pula. Gaya pemrograman ini biasa disebut paradigma pemrograman.(http://id.wikipedia.org/wiki/Pemrograman)

 Di sini saya akan membahas tentang dampak positif dan negatif dari pemrograman, saya akan mengambil salah satu contoh yaitu hacker dan cracker.

Definisi dari Hacker sendiri adalah seseorang atau sekelompok orang - orang yang ahli dalam bidang IT untuk menganalisa kelemahan suatu sistem atau situs. Mereka menggunakan keahlian mereka tersebut agar dapat memperbaiki kelemahan sistem atau situs tersebut seperti keamanan dari sistem atau situs. Contoh lainnya yaitu pada game contohnya, game Chrono Trigger berbahasa Inggris dapat diubah menjadi bahasa Indonesia. Oleh karena itu, status Digigumi adalah hacker, namun bukan sebagai perusak. Tugas Hacker yaitu untuk menjaga jaringan dari kemungkinan perusakan pihak luar "cracker", menguji jaringan dari kemungkinan lobang yang menjadi peluang para cracker mengobrak - abrik jaringannya, sebagai contoh : perusahaan asuransi dan auditing "Price Waterhouse". Ia memiliki team hacker yang disebut dengan Tiger Team. Mereka bekerja untuk menguji sistem sekuriti client mereka.(http://forum.dudung.net/index.php?topic=8999.0).

Lain halnya dengan cracker. Cracker dapat dibilang sama ahlinya dengan hacker tetapi cracker menggunakan keahlian mereka hanya untuk kepuasan sendiri dan kepentingan pribadi dengan maksud tertentu. Kenapa tertentu? Dikatakan demikian karena cracker dan hacker layaknya gelap dan terang. Mengapa demikian? Hacker meretas untuk membetulkan/menganalisa kebobrokan sistem/situs namun cracker, mereka tidak peduli dengan semua itu justru mereka meretas untuk menunjukkan kelemahan suatu sistem atau men-delete data orang, melakukan tindakan "Cyber Crime" yang marak terjadi contoh : Carding dan By Pass Game dalam artian cracker membuat by pass ke dalam sistem suatu game online agar penyewa jasa cracker dapat melakukan "Cheat" yaitu kecurangan pada saat bermain ini marak terjadi pada game online di Indonesia.


Berikut adalah kode etik dan aturan main dari hacker yang saya sunting dari http://forum.dudung.net/index.php?topic=8999.0

Kode Etik Hacker

1. Mampu mengakses komputer tak terbatas dan totalitas.

2. Semua informasi haruslah FREE.

3. Tidak percaya pada otoritas, artinya memperluas desentralisasi.

4. Tidak memakai identitas palsu, seperti nama samaran yang konyol, umur, posisi, dll.

5. Mampu membuat seni keindahan dalam komputer.

6. Komputer dapat mengubah hidup menjadi lebih baik.

7. Pekerjaan yang di lakukan semata-mata demi kebenaran informasi yang harus disebar luaskan.

8. Memegang teguh komitmen tidak membela dominasi ekonomi industri software tertentu.

9. Hacking adalah senjata mayoritas dalam perang melawan pelanggaran batas teknologi komputer.

10. Baik Hacking maupun Phreaking adalah satu-satunya jalan lain untuk menyebarkan informasi pada massa agar tak gagap dalam komputer.
Cracker tidak memiliki kode etik apapun.

Aturan Main Hacker

· Di atas segalanya, hormati pengetahuan & kebebasan informasi.

· Memberitahukan sistem administrator akan adanya pelanggaran keamanan / lubang di keamanan yang anda lihat.

· Jangan mengambil keuntungan yang tidak fair dari hack.

· Tidak mendistribusikan & mengumpulkan software bajakan.

· Tidak pernah mengambil resiko yang bodoh – selalu mengetahui kemampuan sendiri.

· Selalu bersedia untuk secara terbuka / bebas / gratis memberitahukan & mengajarkan berbagai informasi & metoda yang diperoleh.

· Tidak pernah meng-hack sebuah sistem untuk mencuri uang.

· Tidak pernah memberikan akses ke seseorang yang akan membuat kerusakan.

· Tidak pernah secara sengaja menghapus & merusak file di komputer yang dihack.

· Hormati mesin yang di hack, dan memperlakukan dia seperti mesin sendiri.

Hacker sejati akan selalu bertindak berlandaskan kode etik dan aturan main sedang cracker tidak mempunyai kode etik ataupun aturan main karena cracker sifatnya merusak.



Kesimpulan : Komputer seperti pisau bermata dua dimana salah satu sisinya dapat digunakan untuk kesejahteraan banyak orang untuk menjalani kehidupan dan sisi lainnya dapat digunakan untuk kepuasan pribadi tak peduli dengan orang lain. Hacker dan Cracker hanyalah salah satu contoh dari dampak pemrograman. Sepandai - pandainya tupai melompat akhirnya jatuh ke tanah juga. Jika memang memiliki keahlian dalam pemrograman gunakan dengan maksud dan tujuan baik. Semoga posting ini dapat membantu bagi para pembacanya dan tidak mengsalah artikan lagi hacker dan cracker. 


Wassalam. Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar